Skip to content

Ekonomi Syariah adalah Sistem Ekonomi yang Anti Krisis

26 Februari 2011

Pengantar

Ekonomi Kapitalisme rawan terjadi krisis. Krisis yang dipicu oleh kredit macet di bidang properti beberapa waktu yang lalu (subprime mortgage) di AS menjalar ke mana-mana, dan belum bisa diatasi sepenuhnya. Di negeri asalnya, krisis keuangan tersebut menimbulkan bahaya besar. Banyak orang kehilangan rumah. Banyak orang kehilangan pekerjaan.  Krisis ekonomi yang melanda AS telah memicu banyak orang berpikiran pendek. Beberapa di antaranya memilih bunuh diri untuk mengatasi masalahnya.

Kasus yang cukup menggemparkan ialah ketika seorang menejer keuangan di California membunuh enam angota keluarganya lalu bunuh diri karena stres tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Kasus lain, seorang janda berusia 90 tahun menembak dadanya sendiri saat petugas datang untuk menyita rumah yang telah ia tempati selama 38 tahun. Baca selanjutnya…

DUHAI HATI, TETAPLAH ISTIQOMAH..

16 Februari 2011

DUHAI HATI, TETAPLAH ISTIQOMAH..

Posted by Islamic Generation Tuesday at 9 PM – Filed in dalam catatan dakwah – #

Oleh: Christian Atanila

dakwatuna.com – Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau membelikan sepatu baru.

Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau adik-adikmu tidak bersekolah?”

Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah. Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi ia dengar.

*** Baca selanjutnya…

Mualaf Italia Ditangkap Atas Tuduhan Melakukan Tindakan Teror

29 April 2012
tags:

Posted by تان سليمان , 1:58 PM

 http://bit.ly/JSKKzG

Seorang mualaf Italia yang bekerja sebagai pembuat gambar ditangkap pada Senin kemarin (23/4) di Pesaro Italia tengah atas tuduhan mendistribusikan informasi tentang bagaimana membuat bom, polisi mengatakan.

“Dia dituduh melakukan hasutan untuk kegiatan dengan tujuan teroris,” kata Alfonso Polverino, seorang perwira dari kepolisian elit Digos, kepada AFP.
Tuduhan itu bisa membawa hukuman antara lima hingga 10 tahun penjara.
Pria 28-tahun dari Pesaro di Italia tengah tersebut ditahan saat ia sedang bersiap-siap meninggalkan negaranya menuju ke Maroko dengan pacar nya. Polisi mengatakan mereka telah menyita sebuah komputer dan materi digital dari rumahnya.
Polisi mengatakan pria Italia itu telah menyatakan tentang keinginannya untuk melakukan perjalanan ke Afghanistan untuk bergabung dengan pejuang Taliban dan dikaitkan dengan seorang pria Maroko, Mohammed Jarmoune, yang ditangkap bulan lalu karena merencanakan serangan terhadap sebuah sinagog di Milan.
Penyidik mengatakan pria Italia tersebut telah mengirim Jarmoune dan email lainnya dengan link ke petunjuk online untuk melakukan tindakan teror.
Polverino mengatakan bahwa 11 orang lagi – delapan mualaf Italia dan tiga warga Maroko – masih dalam penyelidikan.(fq/afp/Globalmuslim.web.id)

VALENTINE BERDARAH

8 Februari 2012

..**Valentine Berdarah**..

Posted on Tuesday, February 7, 2012 by Khoirunnisa Syahidah
 Ini adalah satu kisah tragis yang menimpa seorang anak manusia. Kisah yang teramat tragis, yang tentunya tak akan pernah terbayangkan akan terjadi namun ternyata benar-benar terjadi . Baca selanjutnya…

KONSEP IBU RUMAH TANGGA MENURUT AL-QUR’AN

7 Juni 2011

KONSEP IBU RUMAH TANGGA MENURUT AL-QUR’AN (QS. Al-Ahzab [33] : 28-34)

28. Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya. Maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah[suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami.] dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. 29. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Alloh dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Alloh menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar. 30. Hai isteri-isteri nabi, siapa-siapa diantaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat dan yang demikian itu mudah bagi Alloh. 31. Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Alloh dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan kami sediakan baginya rezki yang mulia. 32. Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk[yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.] dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya[orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina] dan ucapkanlah perkataan yang baik, 33. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. perintah ini juga meliputi segenap mukminat.] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu[Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Alloh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. 34. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Alloh dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Alloh adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. Baca selanjutnya…

Mengasuh Anak Tanpa Stres

9 April 2011

Ada seorang akhwat yang berkonsultasi di Rubrik Media Umat yang diasuh oleh “Dra(Psi) Zulia Ilmawati mengatakan bahwa ia sering mendengar, banyak orang tua yang mengeluhkan betapa sulit mengasuh anak di masa sekarang ini. Apalagi jika tidak sekadar ingin mendapatkan anak yang pintar, tetapi juga shalih. Bukan saja sikap anak-anak sekarang yang memang lebih berani dan agak “sulit” diatur, tetapi juga tantangan globalisasi budaya, informasi dan teknologi yang turut andil dalam mewarnai sikap dan perilaku anak. Repot, capek, dua hal ini yang sering terucap oleh para ibu ketika sudah merasa jenuh dengan anak-anak. Apalagi bila anak sudah mulai bertindak semaunya. Apakah keadaan yang demikian ini dapat menimbulkan stres untuk para orang tua khususnya ibu? Bagaimana mencegahnya?  Berikut ini penjelasannya. Baca selanjutnya…

Latah, Menghambat Perkembangan Bahasa Anak Anda

28 Maret 2011

Pengertian Istilah

Latah adalah suatu keadaan kejiwaan di mana penderita menjadi seperti kesurupan dan meniru secara otomatis omongan atau gerakan orang yang menimbulkannya dengan mengagetkan penderita. Latah hanya ditemukan dalam kebudayaan tertentu di dunia. Oleh sebab itu, latah dianggap sebagai suatu sindrom khusus kebudayaan.1)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, latah berarti (1) menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; (2) berlaku seperti orang gila (misal karena kematian orang yang dikasihi); (3) meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain: jangan kita — terhadap kebudayaan asing.2)

LATAH itu Sebuah peniruan spontan yang dilakukan oleh seseorang akibat terkejut. Dr RinRin Khaltarina mengungkapkan bahwa latah memiliki dimensi gangguan fungsi pusat syaraf, psi-kologis, dan sosial. Ada empat macam latah yang bisa dilihat berdasarkan gejala-gejala tersebut, yaitu ekolalia (mengulangi perkataan orang lain), ekopraksia (meniru gerakan orang lain), koprolalia (mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu/kotor), automatic obedience (melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut). Berdasarkan fakta yang ada, gangguan latah biasanya tumbuh dalam masyarakat terbelakang yang menerapkan budaya otoriter. Hasil kajian yang dilakukan, mereka bersependapat untuk mengkelaskan latah sebagai satu sindrom budaya masyarakat setempat.3)

Didalam sebuah artikel dengan judul “Apakah itu Latah? Apakah Penyebabnya? Apasaja Macamnya?” mengatakan bahwa latah itu adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap atau tidak terkendali, pascareaksi kaget (starled reaction). Saat latah muncul yang berkuasa alam bawah sadar (subconcious).4) Baca selanjutnya…

Mengapa Aku Disuruh Terus?

8 Maret 2011
“Tolong ya kak, ambil minum buat ayah, jangan yang terlalu dingin,” demikian ibu memerintahkan kakak yang sedang duduk menonton televisi di sore hari ketika ayah baru pulang kerja. “Ya bu..” dengan sigap Kak Rina, anak ke-3 dari 5 bersaudara anak Bu Priyo mengambilkan minuman yang dicampurkan dari dispenser dingin dan panas sedikit, Rina ingat yang disukai ayah adalah tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. “Rin, sekalian sayang, kue-kue diatas kulkas ditutup tudung kecil lalu pindahkan ke dalam piring coklat, dan letakkan tissue diatasnya, jangan lupa garpu kecilnya,” ibu memberikan instruksi lagi dan Rina dengan lincah mengerjakan semua instruksi ibu dengan sabar.
Sementara di ruang keluarga, anak bu Priyo yang lain sedang mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Kak Andi, anak pertama sibuk dengan laptopnya, kak Sari anak yang kedua asyik dengan blackberrynya, dan Aisyah, anak yang ke empat sedang sibuk main congklak sendiri, sementara Anto, si bungsu sedang menggambar dengan tenangnya.
“Rin, setelah ini kamu ke rumah bu Jono, tolong kamu kasih amplop ini kepada beliau, bilang ini sisa uang arisan bulan lalu, dan minta tanda terima ya,” demikian bu Priyo memberikan perintah lagi kepada Rina. Dengan diam Rina mengambil sepedanya dan bergegas keluar rumah melakukan apa yang diperintahkan ibunya.
Mengapa harus Rina yang selalu disuruh, mungkin pertanyaan demikian akan timbul dalam benak kita. Seringkali orang tua yang sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing menginginkan bantuan-bantuan kecil yang sangat lumayan untuk mengurangi beban kelelahannya seperti mengambilkan makanan diatas kulkas atau bahkan keluar rumah untuk mengantar sesuatu, untuk itu diperlukan anak-anak yang bisa membantu orang tua.
Namun pada saat ini, ketika era globalisasi dan teknologi begitu menyerang keluarga, maka keasyikan seorang anak terhadap laptopnya, televisi, handphone, blackberry, atau game psp yang sedang dimainkannya membuat sang anak sangat terganggu dan seringkali kesal ketika dimintai tolong oleh orang tuanya. Tidak jarang diajak bicara pun seringkali mereka bersungut-sungut seperti sangat terganggu sekali dengan keasyikannya, bahkan pertengkaran kecil ataupun besar seringkali dialami oleh orang tua dengan anak-anaknya.
Dorongan emosi dan kekesalan terhadap anak-anaknya, akhirnya menimbulkan kemarahan bahkan mengakibatkan orang tua bertambah kelelahannya, sudah pun lelah dengan pekerjaan rumah tangga, ditambah lagi rasa lelah dalam mengatasi permasalahan dengan anaknya yang selalu membantah dan lebih asyik bercengkram dengan benda-benda teknologi mereka sehingga daripada menimbulkan pertengkaran yang tidak nyaman, maka bu Priyo menyuruh anak yang paling sabar, yang paling tidak membantah dan mau mengerjakan apa saja. Namun bu Priyo tidak sadar, dalam hati Rina terdapat kejengkelan, namun khawatir ibu marah maka dijalankanlah semua perintah itu, walaupuan ada juga didalam hati kecil Rina ingin menangis, “apakah aku anak tiri, kenapa sih aku terus yang disuruh, mentang-mentang aku gak punya laptop, gak punya handphone dan blackberry sehingga aku terlihat gak sibuk, maka aku yang mengerjakan semua perintah ibu, kan bisa dibagi-bagi, kak Anto yang antarkan amplop ini ke rumah bu Jono dan aku yang ambil minuman buat ayah sementara itu kak Sari yang siapkan makanan buat ayah, tapi mengapa semuanya aku semuanya aku.”
Ya, bu Priyo diam-diam telah melakukan dua kesalahan cukup besar dalam mendidik anak-anaknya, yaitu:
1)      Tersedianya benda-benda teknologi yang membuat anak-anak menjadi terlalu asyik dan lupa waktu, serta bersikap kurang ajar pada orang tua
2)      Ketidakadilan dalam pembagian beban pada anak-anak sehingga membuat anak yang satu melakukan pekerjaan yang banyak namun anak yang lain dibiarkan asyik dengan kesibukannya masing-masing dikarenakan alasan untuk menghindari keributan dan pertengkaran dengan anak-anaknya yang sedang dan selalu asyik dengan kesibukannya masing masing.
http://jisc.eramuslim.com/jendela_hati/display/464-mengapa-aku-disuruh-terus

Katakanlah Walaupun Pahit

8 Maret 2011

‘’Dodi… ayo sini, ini bi Ema belikan kertas gambar, pensil dan buku gambar kosong. Bibi lihat kamu pandai menggambar, juga senang mengambar apa saja, sekarang kembangkan kreativitas kamu dengan menggambar dari contoh yang sudah ada polanya,” ucap bi Ema panjang lebar kepada Dodi disaat ada kesempatan bagi Dodi untuk menginap dirumah bi Ema.

Sampai saat ini bi Ema tidak mempunyai anak. Adik bungsu dari ibunya Dodi ini adalah seorang guru yang sudah 20 tahun menjadi guru SD. Wajahnya selalu ceria, garis senyum di bibirnya begitu membekas dihati siapa saja, yang berjumpa dengannya. “Ini juga boleh untukmu, ya Fitri,” sapa bi Ema kepada adiknya Dodi yang nampak hanya diam termangu menerima kertas yang masih polos berwarna putih. ”Untuk menggambar apa saja yang kamu sukai, kamu boleh pinjam peralatan tulis ka dodi yang bi Ema belikan,” terang bi Ema pada Fitri.

Sejenak suasana sepi memenuhi ruang keluarga bi Ema dimana ruangan itu terdapat televisi yang didepannya terhampar karpet yang agak keras, sehingga membuat Fitri dan Dodi, dua kakak beradik yang baru berusia 6 dan 4 tahun asyik dengan pekerjaannya masing-masing. Tak lama, bi Ema keluar dari dapur dan menghampiri mereka sambil membawa sepiring donat coklat, hasil olahan tangannya sendiri. Bi Ema memang ibu rumah tangga yang sangat trampil. Bi Ema juga membuatkan Fitri dan Dodi dua gelas air jeruk dingin. Tak sabar Fitri dan Dodi langsung meraih donat dari piring, sampai bi Ema mengingatkan mereka berdua untuk cuci tangan terlebih dahulu, setelah tangan anak-anak belepotan penuh dengan corat-coret spidol dan krayon. Dodi dan Fitri kemudian meletakkan kertas gambar mereka dan bergegas mengikuti perintah bi Ema untuk cuci tangan lalu duduk tenang makan donat.

Sepeninggal anak-anak, bi Ema melihat-lihat kertas gambar yang anak-anak buat. Subhanallah bi Ema terperangah, melihat gambar Fitri yang sudah begitu nampak keindahannya dengan warna-warnanya yang begitu jelas keluar. Bi Ema berpendapat bahwa gambarnya Fitri, gadis kecil berusia 4 tahun ini mempunyai bakat dan hasil gambarnya sangat layak untuk diikutkan dalam lomba. Sementara itu hasil gambarnya Dodi, kakaknya yang berusia lebih besar, ternyata hanya berupa coretan-coretan saja dengan pensil tanpa ada pewarnaan yang jelas, sehingga terkesan bahwa Dodi begitu ingin menggambar namun tidak tahu harus mulai dari mana.

“Wah Dodi, bagus sekali cara kamu menggambar, memang kamu ingin buat gambar apa sayang..? nanti coba tunjukkan pada ayah dan ibu yaa kalau sudah pulang nanti,” puji bi Ema kepada Dodi, sementara bi Ema hanya tersenyum manis pada fitri. Dengan maksud agar tidak mengecewakan perasaan Dodi, maka bi Ema memuji Dodi dan tersenyum manis pada Fitri, karena pikir bi Ema, Dodi sebagai kakak harus tetap dipuji bisa ini dan itu, sementara adiknya sebaiknya mengalah walaupun sebenarnya terbukti hasil karya Fitri lebih baik dari hasil karya Dodi. Bi Ema sebagai bibi yang baik, tidak ingin menjatuhkan perasaan sang kakak di depan adiknya, hanya saja caranya yang kurang tepat dengan memuji Dodi berlebihan sehingga membuat Dodi tidak tahu bahwa gambarnya sebetulnya kurang bagus. Sementara itu Fitri yang sebenarnya memiliki gambar lebih bagus, hanya disenyuminya saja, yang sebenarnya dapat mengakibatkan Fitri tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki potensi yang besar dalam menggambar.

Alangkah baiknya bila bi Ema mengatakan yang sesungguhnya, namun dengan cara yang tidak menjatuhkan perasaan Dodi dan juga dengan tidak membanding-bandingkan dengan adiknya. Memang sudah wajar bagi anak yang telah berbuat bagus, kita wajib memberi pujian, agar mereka tahu bahwa yang mereka lakukan sudah baik. Katakanlah hal apapun yang sesungguhnya walaupun pahit, dengan cara yang hikmah.

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. (QS. 23 : 96)

http://jisc.eramuslim.com/jendela_hati/display/468-katakanlah-walaupun-pahit